Dolanan menjadi salah satu program khas pembelajaran Sekolah Tanah Tingal yang dirancang untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia melalui pengalaman bermain yang sederhana, kompak, dan penuh kebahagiaan.
Program ini hadir setiap term break dan melibatkan seluruh siswa, mulai dari KB Banda Aceh hingga SD 6 Samosir, dalam berbagai permainan tradisional yang dipandu oleh Guru PJOK. Kampung Dolanan menjadi ruang belajar yang menghidupkan kembali nilai budaya sekaligus memperkuat karakter anak sebagai generasi penerus bangsa.
Di tengah derasnya arus permainan digital, Sekolah Tanah Tingal menjadikan Dolanan untuk menjawab tantangan agar anak tetap terhubung dengan akar budaya sendiri. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk bermain bersama, membangun kerja sama, serta mempererat hubungan antaradik-kakak kelas sehingga tercipta lingkungan yang hangat dan bebas dari perundungan.
Selama satu bulan sebelum term break, kegiatan PJOK intrakurikuler diwarnai dengan permainan tradisional seperti Rangku Alu, Boi Boian, Kelereng, Cublak Cublak Suweng, Lompat Karet, hingga Bentengan. Halaman sekolah dipenuhi tawa, semangat, dan interaksi positif antar siswa yang saling menyemangati dalam setiap permainan.
Dolanan tidak hanya menjadi aktivitas bermain, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter. Anak-anak belajar sportivitas, menghargai teman, bekerja sama, dan merasakan kebahagiaan dalam kesederhanaan bermain bersama.
Sekolah Tanah Tingal meyakini bahwa anak adalah generasi bangsa yang akan menjadi pewaris masa depan, sehingga penting untuk menanamkan nilai budaya sejak dini sebagai bekal kehidupan mereka. Melalui Kampung Dolanan, anak-anak diajak untuk tidak melupakan budaya, tetap bermain dengan sederhana, kompak, dan bahagia 🤩
