Sekolah Tanah Tingal memperingati Hari Literasi Internasional dengan pendekatan kreatif untuk mengubah pandangan bahwa membaca dan menulis itu membosankan menjadi aktivitas yang seru, relevan dan menyenangkan bagi siswa di semua jenjang.
Melalui program ini, sekolah menjawab tantangan menurunnya minat baca akibat dominasi gawai dengan menghadirkan kegiatan literasi yang lebih interaktif, mulai dari mini book untuk KB/TK, poster lingkungan untuk kelas 1–2, cerpen untuk kelas 3–4, hingga puisi bertema perubahan iklim untuk kelas 5–6. Seluruh karya siswa kemudian dipamerkan dalam galeri literasi sekolah sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan.
Pada jenjang kelas 3, Sekolah Tanah Tingal juga mengadakan proyek “Menulis Surat Bersama Rumah Belajar Ummasa Bandung”, di mana siswa belajar menulis surat untuk berkomunikasi dengan teman sebaya di kota lain. Kegiatan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan menulis, berpikir kritis, serta kemampuan mengekspresikan diri secara lebih terstruktur dan bermakna.
Melalui pertukaran surat, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga membangun rasa ingin tahu, empati, dan koneksi dengan lingkungan baru di luar sekolah. Antusiasme siswa meningkat seiring mereka menerima dan membalas surat dari teman-teman di Bandung, menjadikan literasi sebagai pengalaman yang hidup dan menyenangkan.
Peringatan Hari Literasi Internasional di Sekolah Tanah Tingal menegaskan komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa membaca dan menulis dapat menjadi kegiatan yang seru jika dikemas dengan cara yang tepat.
Sekolah Tanah Tingal memandang budaya literasi sebagai fondasi penting yang harus terus ditumbuhkan dan dilestarikan sejak usia dini hingga jenjang dasar, karena melalui literasi anak belajar berpikir, memahami dunia, dan mengekspresikan diri sebagai bekal utama dalam perjalanan hidup mereka.
